Masyarakat Jambi Kecam Puncak Kerinci Diganti Puncak Joko Widodo

JAMBI - Masyarakat Provinsi Jambi geram dengan adanya usulan perubahan nama puncak Kerinci dengan Puncak Joko Widodo. Pergantian nama gunung dengan tokoh politik, akan merusak potensi pariwisata di Jambi.

Pegiat Pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat Bersama Pendakian Kerinci akan mengajukan nama Joko Widodo menjadi nama puncak Kerinci. Usulan ini telah disetujui Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irwan Afriadi. Dasar perubahan nama ini, hanya karena Presiden Jokowi pernah menaklukan gunung itu pada 1983 lalu.

“Perubahan nama itu sangat politis. Ini akan mengaburkan sejarah dan kebudayaan masyarakat Kerinci,” kata Budayawan Jambi asal Kerinci, Ali Surakhman kepada Jambipro.com, Jumat (15/2).

Loading...

Selanjutnya, Penggiat Pariwisata dan Alam Kerinci, Awaludin menyayangkan metode promosi pariwisata yang dilakukan Provinsi Sumatera Barat. Menurut dia, pemberian nama puncak gunung Kerinci, harus mempertimbangkan sejarah dan kebudayaan, yang melekat padanya.

Apabila usulan itu nantinya, diterima dan digunakan, maka semua para penggiat pariwisata Kerinci, akan melakukan pemberian nama, sesuai karakter, sejarah dan budaya Kerinci. Menurut dia, para penggiat pariwisata boleh membuka jalur pendakian baru, tetapi tidak merubah nama semaunya. “Itu akan memicu kemarahan publik,” kata Awaludin lagi.

Selanjutnya, Anggota DPRD Provinsi Jambi, Bustami Yahya menolak nama yang berbau politik dan akan membuat perpecahan di masyarakat. Pemberian nama dalam konteks pariwisata, lanjut Awaludin, tidak dibenarkan dengan pemberian nama politik. “Itu juga tidak baik di sektor pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu, usulan perubahan nama puncak Kerinci menjadi puncak Joko Widodo disampaikan para penggiat pariwisata Sumatera Barat, saat Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari di Padang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut didukung oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irwan Afriadi ketika menghadiri pelepasan pendakian perdana Gunung Kerinci Via Solok Selatan di Bangun Rejo, Kamis (15/2).

“ini merupakan bentuk apresiasi kita kepada beliau (Jokowi). Pada waktu acara HPN (Hari Pers Nasional) beliau melakukan promosi yang sangat luar biasa di depan 26 Duta Besar Negara Luar, banyak Menteri, dan dihadiri oleh ratusan Media Lokal, Nasional dan Internasional,” ujar Irwan.

Selain itu, Jokowi juga pernah melakukan pendakian kerinci pada tahun 1983, dan hal tersebut sangat berkesan bagi beliau. Terlebih waktu itu Jokowi melalui Solok Selatan untuk sampai di Kresik Tuo.

“Ini baru usulan dan plang namanya kita akan letakkan di puncak kerinci 3805 Mdpl, kalau beliau setuju ya Alhamdulillah, kalau tidak setuju nanti akan kami turunkan kembali,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan Kawasan Strategis  dan Destinasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Aig Wadenko mengatakan selain nama Jokowi, mereka juga mengusulkan nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

“Kami mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3.200 mdpl diberikan nama Camping Siti Nurbaya, sebagai apresiasi atas besarnya perhatian menteri untuk pembukaan jalur tersebut,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan ada 11 nama lagi yang digunakan sebagai tempat perkemahan sepanjang jalur pendakian 14,2 Km. Nama-nama tersebut memiliki arti penting dalam pembukaan jalur tersebut. “Wabup juga sangat mendukung penamaan tersebut, akan mudah diingat,” tukas Aig. (JP3)

 

Sumber : Jambipro.com



Loading...

TULIS KOMENTAR