Polri Tangkap Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Istri di Medsos

JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap seorang Wiraswasta yang melakukan penghinaan terhadap terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Istrinya Iriana Jokowi di Media Sosial. Pelaku ditangkap di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis 22 Februari 2018 kemarin.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyebut bahwa pelaku dengan inisial MKN (57) itu ditangkap karena diduga melakukan pembuatan konten Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA), serta melakukan penghinaan terhadap Kepala Negara dan Ibu Negara tersebut.

"Berdasarkan data, Bareskrim Mabes Polri, baru saja mengungkapkan perkara ujaran kebencian atau penghinaan melalui media sosial oleh Tim Tindak Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dan Sat Reskrim Polres Tanjung Pinang," papar Ari dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Loading...

Jenderal polisi dengan pangkat bintang tiga itu meyayangkan maraknya kejahatan di dunia Siber. Apalagi, kata dia yang menjadi korban penghinaan adalah seorang wanita, dalam kasus ini Ibu Negara Iriana.

"Sebutan apa yang paling tepat bagi lelaki yang berani menghina seorang wanita yaitu Ibu Negara? Kalau lahir dari bukan ibu, sih, enggak apa-apa," tutur dia.

Dengan maraknya kejahatan di dunia maya, menurut Ari, para pelaku penggoreng isu hoax, ujaran kebencian dengan mengaitkan SARA adalah pengidap gangguan jiwa yang sebenarnya. Bukan itu saja, menurutnya, jenis gangguan jiwa ini juga menular.

"Apa namanya kalau bukan sakit jiwa karena sukanya menggoreng isu hoaks lalu gorengan itu dimakan. Kemudian yang memakannya jadi ikut-ikutan menyebar hoaks?" ujar Ari.

Ari melanjutkan, penggoreng isu hoax hingga ujaran kebencian itu jauh lebih berbahaya dari pada pengidap sakit jiwa yang kini oleh masyarakat justru dituduh sebagai pembuat onar.

"Ada kejadian luar biasa (KLB-red) saat ini yaitu terbaliknya logika masyarakat.Saat penggoreng, penyebar hoax hingga pelaku ujaran kebencian justru menjadi pahlawan. Sementara pengidap penyakit kejiwaan yang sebenarnya menjadi tertuduh bahkan dihakimi oleh massa. Indonesia darurat KLB akal sehat dan hati yang bersih," tutup Ari.

(muf)

Sumber : Okezone.com



Loading...

TULIS KOMENTAR