Presiden Abbas Sebut Dubes AS untuk Israel 'Anak Anjing'

RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas melontarkan hinaan kepada duta besar (dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman dengan menyebutnya sebagai "anak anjing". Penghinaan ini sebagai luapan kemarahan Abbas atas berbagai kebijakan Presiden AS Donald Trump, terutama pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Duta Besar AS di Tel Aviv adalah seorang pemukim dan anak anjing," kata Abbas dalam komentarnya kepada para pemimpin Palestina di Ramallah pada hari Senin.

Hubungan antara pemerintahan Abbas dan pemerintahan Presiden Trump telah rusak sejak Gedung Putih mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember. Dalam pengakuan sepihak itu, Trump juga memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Bagi warga Palestina, wilayah timur kota suci itu sudah lama diidam-idamkan menjadi ibu kota masa depan negara mereka. Namun, Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai miliknya.

Friedman, yang merupakan pengacara pribadi Trump sebelum ditunjuk jadi dubes AS tahun lalu, adalah pendukung lama pembangunan permukiman Yahudi Israel di Tepi Barat. Wilayah Tepi Barat adalahh wilayah Palestina yang diduduki Israel dan secara hukum internasional status permukiman itu adalah ilegal.

Sebagai tanggapan atas penghinaan yang dilontarkan Abbas, Friedman, yang beragama Yahudi, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa komentar Abbas dapat memiliki konotasi anti-Semit.

"Tanggapannya adalah menyebut saya sebagai 'anak anjing'. Apakah itu anti-Semitisme atau wacana politik? Saya memasrahkan itu pada Anda," katanya, melalui seorang juru bicara Kedutaan AS, seperti dikutip The Guardian, Selasa (20/3/2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan Trump untuk memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem telah menyebabkan Abbas "kehilangan AS".

"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, pemerintah AS telah berhenti memanjakan para pemimpin Palestina dan mengatakan kepada mereka; cukup sudah," kata Netanyahu di Twitter. "Rupanya kejutan kebenaran telah menyebabkan mereka kehilangannya," lanjut Netanyahu.

Komentar kemarahan Abbas itu juga diduga sebagai tanggapan atas tweet Friedman pada hari Senin. Di dalam tweet-nya, diplomat AS itu menyebut Otoritas Palestina (PA) gagal mengutuk serangan mobil secara brutal oleh pria Palestina di Tepi Barat pada hari Jumat yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai dua tentara lainnya.

"Kebrutalan semacam itu dan tidak ada kutukan dari PA!," bunyi tweet Friedman. Selain serangan mobil, dia juga mengutuk penusukan oleh pria Palestina di Yerusalem yang menewaskan seorang warga Israel pada hari Minggu.

Israel telah secara militer menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 1967.

Dalam selama pidatonya secara terpisah, Abbas juga menuduh Hamas mendalangi serangan bom yang menargetkan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah pada pekan lalu. Dia mengancam akan menjatuhkan sanksi baru terhadap faksi yang berkuasa di Jalur Gaza tersebut. 

Hamdallah tidak terluka dalam serangan bom. Serangan bom terjadi Selasa lalu ketika konvoi mobilnya memasuki Gaza. Bom tersebut meledak di tepi jalan dan oleh PA dianggap sebagai upaya pembunuhan.

Abbas mengatakan jika serangan itu berhasil maka akan membuka jalan bagi "perang sipil berdarah".

(mas) 

Loading...

Sumber : sindonews.com



Loading...

TULIS KOMENTAR